Topologi jaringan yang digunakan untuk implementasi DNS di MikroTik terdiri dari komponen-komponen berikut:
Router MikroTik berfungsi sebagai DNS server dan DNS cache untuk seluruh jaringan lokal. Semua klien dalam jaringan akan menggunakan router sebagai DNS resolver utama.
Berikut adalah komponen-komponen dalam topologi jaringan DNS:
Dalam topologi ini, MikroTik Router menangani semua permintaan DNS dari jaringan lokal. Untuk domain publik (seperti google.com), router akan meneruskan permintaan ke server DNS upstream (seperti 8.8.8.8). Untuk domain internal (seperti server.local), router akan menggunakan entri static DNS yang telah dikonfigurasi.
Router MikroTik harus dikonfigurasi dengan benar untuk membatasi akses DNS hanya untuk jaringan internal. Ini mencegah router digunakan sebagai open DNS resolver yang dapat dimanfaatkan untuk serangan DNS amplification.
Dengan menggunakan topologi ini, kita dapat mengoptimalkan kinerja DNS dengan memanfaatkan fitur static DNS dan DNS cache yang ditawarkan oleh RouterOS.
Dari sumber (2023), bridge interface bekerja dengan meneruskan lalu lintas jaringan antara antarmuka fisik, sehingga perangkat yang berbeda port dapat saling berkomunikasi.
Dari sumber (2023), bridge interface bekerja dengan meneruskan lalu lintas jaringan antara antarmuka fisik, sehingga perangkat yang berbeda port dapat saling berkomunikasi.
Dari sumber MikroTik Documentation (2023), untuk menggabungkan beberapa jaringan menjadi satu, sebuah interface bridge harus dibuat terlebih dahulu. Interface bridge ini akan berfungsi sebagai interface logis yang menyatukan beberapa interface fisik atau virtual.
Dari sumber NetworkTik (2024), bridge di MikroTik memiliki dua fungsi utama: pertama, menjembatani dua atau lebih port ethernet agar berfungsi seperti port switch, dan kedua, menjembatani teknologi jaringan yang berbeda (seperti Ethernet dan Wireless) sehingga menjadi satu jaringan yang sama.
Untuk membuat bridge interface baru melalui CLI, gunakan perintah:
Untuk konfigurasi lanjutan dengan protokol STP (Spanning Tree Protocol) yang membantu mencegah loop jaringan:
Dari sumber MikroTik Wiki (2023), satu alamat MAC dari port-port yang terhubung akan ditetapkan ke interface bridge. Secara default, alamat MAC akan dipilih secara otomatis, tergantung pada konfigurasi port bridge. Untuk menghindari perubahan alamat MAC yang tidak diinginkan, disarankan untuk menonaktifkan "auto-mac" dan menentukan MAC secara manual menggunakan parameter "admin-mac".
Untuk mengatur alamat MAC secara manual pada bridge:
Mengubah properti tertentu seperti vlan-filtering, protocol-mode, atau fast-forward dapat menyebabkan bridge menonaktifkan semua port untuk sementara waktu. Hal ini harus dipertimbangkan saat mengubah properti tersebut pada lingkungan produksi karena dapat menyebabkan semua paket dijatuhkan sementara.
Untuk memeriksa bridge yang telah dibuat:
Dari sumber MikroTik Documentation (2023), setelah interface bridge dibuat, langkah selanjutnya adalah menambahkan interface lain sebagai port anggota ke dalam bridge tersebut. Semua interface yang diinginkan harus diatur sebagai port dari bridge yang telah dibuat.
Dari sumber MKController (2024), ketika Anda menambahkan interface ke bridge, traffic yang tiba di salah satu interface akan direplikasi ke semua interface lain dalam bridge, memungkinkan perangkat yang terhubung ke interface tersebut untuk berkomunikasi satu sama lain seolah terhubung ke switch yang sama.
Berikut adalah perintah untuk menambahkan port ke bridge yang sudah ada:
Untuk menambahkan beberapa port sekaligus, Anda dapat menggunakan loop:
Dari sumber MikroTik Documentation (2023), semua bridge port dapat melihat flag "H" (hardware offload) ketika perangkat mendukung offloading di tingkat hardware. Hardware offloading memungkinkan switch chip untuk menangani traffic bridging tanpa menggunakan resources CPU dari router, meningkatkan performa secara signifikan.
Saat menambahkan interface yang sedang Anda gunakan untuk mengakses router (misalnya interface yang memiliki IP management), pastikan Anda memiliki akses alternatif ke router atau telah mengatur alamat IP pada interface bridge terlebih dahulu. Menambahkan interface management ke bridge tanpa perencanaan yang tepat dapat menyebabkan kehilangan akses ke perangkat.
Untuk mengubah urutan port bridge: